Kamis, 14 November 2013

dasar dasar elektronika




                                                                    PRINSIP DASAR KELISTRIKAN 

1. Teori Elektron 
     Teori Elektron dikemukakan oleh Democretos, yang mengatakan :
         Jika suatu benda/Zat (padat, cair, gas) dibagi-bagi menjadi bagian yang terkecil dan bagian tersebut masih memiliki sifat asalnya disebut molekul. Kemudian jika molekul tersebut terus dibagi-bagi menjadi bagian yang sangat kecil sekali, dan bagian tersebut tidak memiliki sifat asalnya,    disebut atomAtom berasal dari kata Yunani yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi.
                    A = tidak sedangkan tomos = dibagi-bagi.
         Jadi Atom adalah bagian yang terkecil dari suatu molekul yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menurut reaksi kimia biasa. Sedangkan molekul adalah bagian yang terkecil dari suatu benda yang masih memiliki sifat asalnya. 

2. Teori Atom
         Atom terdiri dari sebuah inti atom (nukleus) yang disusun oleh proton dan netron, dan 
Proton adalah partikel penyusun atom yang bermuatan positip
Elektron adalah partikel penyusun atom yang bermuatan negatip
Netron adalah partikel penyusun atom yang tidak bermuatan (netral) 

         Sebuah atom dikatakan netral apabila jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti atom tersebut.  Atom netral jika diambil/dikurangi satu atau lebih elektronnya, maka atom tersebut tidak berkesetimbang (netral) lagi, karena kekurangan elektron. Atom yang kekurangan elektron akan bermuatan positip, disebut Ion Positip. Atom netral jika ditambahkan satu atau lebih elektronnya, maka atom tersebut tidak berkesetimbang (netral) lagi, karena kelebihan elektron. Atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatip, disebut Ion Negatip

Sifat-sifat atom antara lain :
a. Nomor atom suatu unsur menyatakan jumlah proton atau jumlah elektron dalam sebuah atom 
     netral. (jumlah proton = jumlah elektron).
b. Suatu Unsur dinyatakan dengan :
         A
            X                 dimana :      X = nama unsur
         Z                                          A = nomor massa
                                                      Z = nomor atom
c. Nomor massa suatu atom menyatakan jumlah proton dan netron dalam inti.
           Contoh:                                    1
                    1. Atom Hidrogen :           H
                                                            1  

                        Berarti, dalam atom H terdapat 1 elektron dan 1 proton.
                                                             4
                     2. Atom Helium :              He
                                                             2
                         Berarti, dalam atom He terdapat 2 elektron, 2 proton (Z), dan 2                              
                         Neutron ( A – Z ).
    d. Ion positip ialah atom yang kehilangan/kekurangan satu atau lebih elektronnya.
    e. Ion Negatip ialah atom yang kelebihan satu atau lebih elektronnya.

      Hukum Muatan Listrik
           Jika ada dua benda bermuatan sejenis saling berdekatan (positip dengan positip atau negatip dengan negatip), maka akan terjadi tolak menolak. Jika ada dua benda bermuatan tak sejenis saling didekatkan akan terjadi tolak menolak.
      Kedua Hukum diatas dapat disimpulkan bahwa :
           Muatan sejenis akan tolakmenarik
           Muatan tak sejenis akan tarik menarik 
      Perpindahan Muatan Listrik
           Berdasarkan kemampuan suatu bahan untuk memindahkan muatan listrik, dapat dibagi    
           kelompok dalam :
      Konduktor atau penghantar Yaitu benda atau bahan yang dapat memindahkan muatan listrik
      Sifat konduktor antara lain:
           a. mempunyai banyak elektron bebas.
               Elektron bebas yaitu elektron-elektron yang berada pada lintasan terluar dari  Struktur atom.
           b. elektron-elektron pada atom mudah berpindah dari lintasan yang dalam ke lintasan terluar.
           c. Biasanya mudah mengantar panas/kalor seperti : besi, emas, perak, tembaga aluminium, 
               kuningan dan lain-lain. Benda cair: larutan elektrolit ( H2SO4 ), air  ( H2O ) Tubuh manusia, 
               tanah dan sebagainya.
      Isolator atau Penyekat  Adalah benda atau bahan yang tidak dapat memindahkan muatan listrik.
       Sifat dari isolator antara lain :
            a. Ikatan elektron pada intinya sangat kuat. (tidak ada elektron bebas).
            b. Sulit menghantar panas/kalor. 
      Semikonduktor atau Setengah Penghantar Adalah benda atau zat yang kurang baik untuk  
       konduktor dan tidak sempurna sebagai isolator.
        Contoh:
            a. Silikon
            b. Germanium
           Kedua bahan tersebut biasa dipakai utnuk membuat komponen seperti :
1. Dioda                      3) IC (Integrated Circuit = Rangkaian yang dimampatkan/terpadu).
2. Transistor                4)  Micro chip.

3. Arus Listrik dan Satuannya.
      Arus listrik adalah muatan-muatan negatip (elektron-elektron) yang mengalir dari potensial rendah  
      ke potensial tinggi. Mengenai arus listrik ini diselidiki oleh Andre Marie Ampere, yang
      mengatakan :
     (Kuat) Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu penghantar setiap
      sekon (detik). Pernyataan tersebut dapat ditulis dengan rumus :
                                  dimana :    I  =  Arus listrik dalam satuan Ampere  ( A )
                                                              Q = Muatan listrik dalam satuan Coulomb  ( C )  
                                                               t  = waktu dalam satuan sekon atau detik  ( s ) atau ( dt )

            1 Ampere yaitu apabila dalam suatu penghantar mengalir muatan sebesar satu
                              coulomb selama satu sekon ( detik ). 

                        
                                                                          Coulomb                                   Coulomb
Maka  berdasarkan satuannya,   Ampere    =  ————–    atau   Ampere  =  ————–
                                                                            Sekon                                        Detik
                                                   Coulomb  =  Ampere x  Sekon
                                                                          Coulomb
                Sedangkan untuk          Sekon     =  ————–
                                                                           Ampere 
Ketiga rumus ini dapat diingat dengan menggunakan segitiga seperti berikut :
1.                      2.                    3.
Contoh Soal :

1.      Dalam suatu penghantar mengalir muatan sebesar 3600 coulomb, selama 4 menit. Berapakah besar  arus listriknya ?

Diketahui :   Q  =  3600  C
                       t  =  4 menit  = 4 x 60 s  =  240 s =  240 dt 
Ditanyakan :  I  =  ?
                         Q              3600 C
Jawab :   I  =  ——   =   ————  =  15  Ampere
                         T               240 s 
Jadi arus listrik yang mengalir  15 ampere  = 15 A

                                                                3
1  Ampere  =  1000  mili Ampere  =  10    m A
                                                                     3
1 mili Ampere = 1000 mikro Ampere =  10   u A 
1 Ampere  =  1000 m A = 1000.000  mikro Ampere 

4.    Sumber Arus Listrik 
       Sumber arus listrik adalah penghasil arus listrik. Sumber arus listrik ada 2 macam :

 4.1. Sumber arus listrik searah ( DC = Direct Current )
Yaitu sumber arus listrik yang tidak berubah fasenya. Pada gambar grafik yang memperlihatkan hubungan antara tegangan ( V ) dan waktu ( t ) pada Arus Listrik searah ( DC ).                               
    Contoh Sumber arus listrik searah ( DC ) :
              a. Batere/Baterai  ( elemen kering )
              b. Accumulator ( aki = accu ) (elemen basah )
              c. Elemen Volta ( elemen basah )
              d. Solar sel
              e. Dinamo DC atau Generator DC
              f. Adaptor AC ke DC : a. Adaptor Sistem Perata Tunggal, b. Adaptor Sistem Cabang Tengah,              
                                                   c. Adaptor Sistem jembatan,            d. Adaptor Sistem Dwi Kutub
    4.2. Sumbaer arus listrik bolak balik ( AC = Alternating Current )
              Yaitu sumber arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat, jangka waktu tertentu 
        mengalir ke satu arah,dan waktu yang lainnya kearah yang lain.
     Contoh sumber arus listrik bolak balik ( AC ) :
              a. Generator AC                                c. Inverter DC ke AC
              b. Jala-jala PLN yang dihasilkan oleh :  PLTA, PLTU, PLTP, PLTN, dll.
    Alat Ukur :
       Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik

5. Tegangan Listrik dan Satuannya.
          Tegangan Listrik dinyatakan dengan notasi V ( Volt ) atau Voltage dan juga dinyatakan dengan huruf E dari EMF yaitu singkatan Electro Motive Force  ( gaya gerak listrik ) dan satuan tegangan Listrik adalah Volt.

        .5.1. Tegangan listrik atau Potensial listrik.
                yaitu energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatip (elektron-elektron)  
         mengalir dalam suatu penghantar.
         Pernyataan tersebut dapat ditulis dengan rumus :
                         W
           V  =  ———–  dimana :  V  = Tegangan listrik dalam satuan Volt  (  V  )
                         Q                        W = Energi /tenaga/ kerja listrik dalam satuan  Joule  (  J  )
                                                    Q  = Muatan listrik dalam satuan Coulomb  (  C  )
            Di dalam sumber batere arus mengalir dari negatip ke positip,
            Di penghantar arus mengalir dari kutub positip ke kutub negatip

            Satuan Tegangan Listrik atau potensial listrik dinyatakan dalam Volt ( V ).
                  1  Volt  =  1000  mili Volt   ( m V )
                  1   mV  =  1000  mikro Volt  ( u V )
                  1  Kilo Volt    =  1   KV  =  1000  Volt
1  Mega Volt  =  1  MV   = 1000  KV

           Alat Ukur :
           Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya tegangan listrik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar